Tidak Ada Murid yang Bodoh - MI Kalimulyo

Post Top Ad

Tidak Ada Murid yang Bodoh

Share This
Tidak ada murid yang bodoh. Yang ada hanya anak yang tidak mendapat kesempatan belajar dari guru yang baik dan metode yang benar. Itulah prinsip yang dipegang teguh oleh Prof. Yohanes Surya PhD. Seorang Profesor lulusan College of William and Mary, USA. Tampaknya prinsip ini bisa menjadi motivasi bagi siswa dan guru di MI Tarbiyatusy Syubban maupun madrasah lainnya.

Prof. Yohanes Surya PhD. tidak hanya sekedar berpendapat. Namun telah membuktikan secara langsung bahwa memang tidak ada satu pun murid yang bodoh. Jika terdapat siswa yang sering tidak naik kelas, tidak menguasai pelajaran, atau pun sulit menerima materi pembelajaran, bukanlah mereka yang bodoh melainkan guru yang mengajarnya belum menemukan metode yang benar.

Sang pakar matematika kelahiran Jakarta 6 Nopember 1963 ini kemudian datang ke Papua. Di pulau ini ia mendatangi daerah terpencil Tolikara. Di daerah tersebut Yohanes Surya memilih secara acak 27 anak Papua di beberapa sekolah dasar yang memiliki kemampuan kurang untuk dilatih Matematika. Bahkan ke-27 siswa ini umumnya tidak menguasai perhitungan dasar matematika.

Setelah dibimbing langsung oleh Prof. Yohanes Surya PhD., hanya dalam tempo 6 bulan saja anak-anak tersebut telah menguasai materi pelajaran  kelas 1 hingga 6 sekolah dasar. Bahkan seorang anak yang semula tinggal kelas 4 kali selama di Papua, setelah dilatih pada tahun 2011 berhasil menjadi juara dalam Olimpiade Matematika tingkat nasional.

Tidak ada anak bodoh
Prof. Yohanes Surya PhD. bersama anak-anak Papua

Prof. Yohanes Surya PhD. adalah seorang fisikawan dan pakar matematika. Beliau juga menjadi pelopor dan salah satu pembimbing Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI), sebuah yayasan yang melakukan pelatihan dan pencarian tunas-tunas bangsa untuk berlomba di IPhO (International Physics Olympiad). Belia juga penggagas metode matematika GASING (Gampang Asyik dan Menyenangkan).

Impian Prof. Yohanes Surya PhD.kini adalah menjadikan semua anak melek Matematika. Dan jika rencana tersebut dilakukan secara serentak, hanya membutuhkan waktu sekitar 4 atau 5 tahun untuk membuat semua anak Indonesia pintar matematika. Karena, sesuai dengan prinsip yang selalu dipegang teguh olehnya, tidak ada anak yang bodoh. Yang ada adalah anak-anak yang belum mendapat kesempatan yang baik dari metode-metode guru yang benar.

No comments:

Post a comment

Silakan tinggalkan komentar dengan bahasa santun

Post Bottom Ad